Published by Unit Fotografi UGM on December 7, 2024
Unit Fotografi (UFO) Universitas Gadjah Mada kembali mengadakan pameran fotografi yang terbuka untuk umum. Dengan mengambil judul “Voyage Exhibition: Jejak Karsa,” UFO UGM menghadirkan berbagai karya fotografi yang bertemakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Melalui pameran ini, berbagai kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada di berbagai penjuru tanah air, ditampilkan secara menarik dalam bingkai karya fotografi.
Voyage Exhibition: Jejak Karsa diselenggarakan selama dua hari berturut-turut yakni hari Kamis-Jumat, tanggal 24-25 Oktober 2024 di Lobby Perpustakaan Pusat Universitas Gadjah Mada. Dalam penyelenggaraannya, pameran ini berhasil menampilkan sekitar tiga puluh dua karya foto, yang semua merupakan karya foto dari sivitas akademika Universitas Gadjah Mada. “Ada sekitar 13 orang pameris dari teman-teman sivitas akademika UGM yang ikut mengirim foto ke sini dan total ada 32 foto yang dipajang di pameran,” jelas Thareeq Arkan, Kepala Divisi Pameran Unit Fotografi UGM.
Kegiatan pengabdian masyarakat oleh UGM yang ditampilkan dalam pameran ini sangat beragam, mulai dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM), program kerja organisasi kemahasiswaan, inisiatif pengabdian individu, dan berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya yang memiliki prinsip keberlanjutan dan keberagaman. Seluruh kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dipotret dan dilakukan langsung oleh para mahasiswa UGM dari berbagai fakultas dan sekolah, mulai dari Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Biologi, Fakultas Peternakan, Fakultas Psikologi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, hingga Sekolah Vokasi.
Seperti halnya karya yang dikirimkan oleh Vaza Lutfhan, mahasiswa dari Sekolah Vokasi UGM. Melalui karyanya yang berjudul “A Little Glimpse of Selemadeg” Vaza menampilkan dua karya foto yang memperlihatkan momen ketika para petani dan nelayan di Selemadeg, Tabanan, Bali sedang bekerja. Karya foto tersebut diambil oleh Vaza ketika dirinya sedang melakukan kegiatan KKN-PPM UGM di Bali pada tahun 2023. Melalui karya tersebut, Vaza ingin menunjukan keresahan dirinya terhadap penurunan minat anak muda, terutama generasi-Z, untuk berprofesi menjadi petani dan nelayan. “Fotoku sendiri temanya reminiscence waktu KKN dulu, aku mengangkat keresahanku tentang profesi seperti petani dan nelayan yang semakin ditinggalkan oleh anak muda, terutama Gen Z. Seru banget waktu itu bisa ikutan bantu dan berbagi kisah dengan warga di keseharian mereka sebagai petani dan nelayan,” ucap Vaza Luthfan, Fotografer.
Dalam persiapannya, Voyage Exhibition: Jejak Karsa menghabiskan waktu kurang lebih satu bulan persiapan mulai dari proses pengumpulan karya foto, kurasi foto, pencetakan foto, hingga pemasangan foto di lokasi pameran. Seluruh proses persiapan ini, dilakukan langsung oleh anggota Unit Fotografi UGM, terutama mereka yang tergabung dalam divisi pameran. Bagi teman-teman divisi pameran sendiri, berbagai tantangan terkadang hadir dalam persiapan pameran. Menurut Hilwa, anggota Unit Fotografi UGM tantangan terbesar dalam persiapan pameran adalah saat proses pemasangan karya foto. “Tantangan paling kerasa itu waktu masang foto ke polyfoam-nya. Soalnya agak tricky dan perlu kehati-hatian extra,” jelas Hilwa.
Meskipun demikian, secara garis besar Voyage Exhibition: Jejak Karsa ini telah berhasil terselenggara dengan baik. Selain berhasil menjadi wadah untuk mengedukasi tentang pentingnya dedikasi dari pengabdian masyarakat melalui potret karya fotografi. Pameran ini juga berhasil meningkatkan pengaruh serta eksistensi nama Unit Fotografi UGM agar semakin dikenal oleh berbagai pihak, terutama oleh warga UGM. Hal ini sesuai dengan respons yang disampaikan oleh salah satu pengunjung pameran. “Bangga banget Unit Fotografi UGM bisa bikin pameran kayak gini, fotonya bagus-bagus dan aku jadi tau ternyata mahasiswa UGM sering KKN di tempat yang jauh,” tutur Lala, salah satu pengunjung pameran.
Penulis: Firzanah Nuraini
Fotografer: Bagas Amar Hakiki